Sunday, September 13, 2009

Super Sapphire Blue Mansion *the real estate* (Part. 2 - Story)

Hari demi hari berlalu di Super Sapphire Blue Mansion ini.

Suatu hari, seseorang datang ke mansion. Ia mengaku bernama Park Yoon-Ah (a.k.a Nophek). Selain itu Ia juga mengaku adalah adik dari Ki-Bum, sang PRT. Karena tidak percaya, Shin-Dong yang pada saat itu membukakan pintu, memanggil tuannya. Langsung saja Yu-I keluar karena merasa dipanggil.

Yu- I : 'ada apa ini.?'
Shin-Dong : 'ada seseorang yg mengaku adiknya Ki-Bum, nyonya..'
Yu-I : 'oh ya.? Ada toh.??! Siapa.?'

Langsung saja Yoon-Ah menjawab.

Yoon-Ah : 'saya.!'
Yu-I : 'kamu.?? masak sih.?? gak mirip..'
Yoon-Ah : 'tapi asli kok.. (dalam hati : 'kamu juga kalee..')
Yu-I : 'kalo begitu panggil Ki-Bum sekarang juga.!'
Shin-Dong : 'baik, nyonya.'

Shin-Dong berlari secepat kilat--walaupun sangat susah--untuk memanggil Ki-Bum yang saat ini sedang ada di lantai 15 mengepel dan bersih-bersih.

Tak lama setelah itu Shin-Dong kembali ke hadapan Yu-I dan Yoon-Ah bersama dengan Ki-Bum. Melihat adiknya ada di situ, Ki-Bum sedikit shock. Untung saja Ia tidak pingsan sehingga tak perlu dibawa ke rumah sakit.

Yu-I : 'benarkah dia adikmu.?'
Ki-Bum : 'benar, nyonya..' *ke Yu-I* 'kenapa kamu ada di sini.??!' *ke Yoon-Ah*
Yoon-ah : 'aku ingin tinggal bersama kakak di sini..'
Ki-Bum : 'kenapa.? kamu takut gelap.?'
Yoon-Ah : 'iyaa, kak.. banyak coro lagii..'
Ki-Bum : 'bolehkah nyonya.??'
Yu-I : 'sebentar aku tanya Si-Won.'

*menelpon Si-Won*
[ 'Wonnie, ini ada yg mau tinggal di mansion..']
['Siapa, hun.? Kok bisa.?']
['Namanya Yoon-Ah, katanya adiknya PRT kita..']
['PRT.??!']
['iyaa.. PRT kita.. Ki-Bum.']
['ya sudahlah.. kan mansion kita luas..']
['okee dah, Wonnie hunnie.. Dadah..']
['dadah, hunnie..']
*menutup telepon*

Yu-I : 'Karena Si-Won bilang iya, kamu boleh tinggal di sini.'
Yoon-Ah : 'aaah, terima kasih. terima kasih..'
Ki-Bum : 'terima kasih, nyonya.'
Yu-I : 'tapi, karena kamu ngikut kakakmu, berarti kamu juga harus jadi seperti kakakmu.'
Yoon-Ah : 'eeeehhh.?????'
Ki-Bum : 'baik, nyonya. Pasti.'
Yoon-ah : 'eeehh.. Tap.. pi..'
Yu-I : 'bagus. Kembali kerja.!'
Ki-Bum : 'baik, nyonya.'
Yoon-Ah : 'taappii..'

Belum sempat mengatakan apa-apa, Yoon-Ah sudah terlanjur digeret Ki-Bum ke tempatnya tinggal. Ia menunjukkan tempat di mana Yoon-Ah harus tidur. Dan pada akhirnya Yoon-Ah ikut membantu tugas kakaknya.

Beberapa hari kemudian, Yoon-Ah bertemu dengan Shin-Dong. Mereka ternyata memiliki banyak kesamaan. Mulai dari makanan kesukaan, musik kesukaan, hobi, bulan lahir, dsb. Tidak jarang mereka sering mengobrol bareng saat waktu luang. Karena memiliki banyak kesamaan dengan dirinya, Shin-Dong memutuskan bahwa Yoon-Ah lah wanita idamannya. Dan tak lama setelah itu, entah bagaimana caranya, mereka berdua jadian alias pacaran.

Di sisi lain, Kim Su-Lak yang saat ini sekolah di playgroup sedang bermain-main di taman bersama teman-teman dan gurunya. Saat ini, playgroup 'Angela' seang mengadakan rekreasi si taman terdekat. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat menyatu dengan alam.

Karena sudah saatnya pulang, Su-Lak menunggu jemputan di taman. Temannya yang lain sudah dijemput oleh orang tuanya masing-masing. Tetapi, saat itu juga Su-Lak belum juga dijemput. Hampir saja Ia menangis, gurunya yang bernama Diaz (orang Indonesia) menghampirinya.

Diaz : 'kenapa menangis.?'
Su-Lak : 'belum dijemput..'
Diaz : 'jangan nangis, ibu di sini kok..'
Su-Lak : 'huwaaaa...'

Entah kenapa saat Diaz menghampiri dan mencoba menenangkannya, Su-Lak menangis keras. Diaz yang kebingungan mencoba menenangkan Su-Lak. Namun percuma, karena Su-Lak tak kunjung diam. Beberapa saat kemudian, seseorang datang. Dan saat itu juga Su-Lak diam. Ternyata orang itu adalah Ki-Bum, ayahnya. Tentu saja dia diam.

Ki-Bum : 'maaf, saya terlambat menjemput..'

Diaz yang baru peertama kali bertemu Ki-Bum, langsung terpesona pada pandangan pertama.

Diaz : 'tidak apa-apa. Anda kakaknya.?' (dalam hati : nih orang cakep bener..)Ki-Bum : 'maaf ya..' *berbicara dgn Su-Lak* 'eh, saya ayahnya..' *menoleh ke Diaz*
Diaz : 'eh, ayahnya.? masa.?? gak percaya, ah.. pasti kakaknya..'
Su-Lak : 'itu ayah Su-Lak..'
Diaz : 'ohhh.. gitu ya.. hehehe'
Ki-Bum : 'kalo begitu kami pulang dulu..'
Su-Lak : 'dadah, bu guru..'
Diaz : 'dadaah..' (dalam hati : aku harus dapetin dia.!)

Ki-Bum dan Su-Lak pun akhirnya pulang ke mansion bersama meninggalkan Diaz sendiri yg masih terduduk di taman.

--------------------------
-------------------*-to be continued*----------------------------------------------

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment